Nomor Punggung Pemain Yang Dipensiunkan Sebagai Penghormatan Klub

Luntas Football | Pensiun pemain dalam sepak bola adalah hal biasa yang terjadi setiap tahun. Ada yang pensiun akibat cedera dan ada juga yang pensiun karena telah meningkatnya usia. Sebagai tanda penghormatan kepada pemain tersebut, ada beberapa klub yang tidak akan menggunakan lagi nomor pemain tersebut di seragam mereka.
Ini membuat jumlah pemain tersebut menjadi bagian eksklusif klub dan nomor punggung tidak akan dipakai oleh pemain lain.

Berikut ini nomor punggung pemain yang dipensiunkan setelah pemakainya pensiun

Paolo Maldini [AC Milan] Nomor Punggung 3

Paolo Maldini adalah salah satu bek terbaik sepanjang masa, ia adalah pemain AC Milan sepanjang karirnya. Di Serie A Maldini banyak membawa kesuksesan bagi Milan, termasuk 5 gelar Liga Champions, yang merupakan prestasi sangat luar biasa.

Ia membela Rossoneri selama lebih kurang 25 tahun, sangat pantas untuk seorang Maldini mendapat kehormatan dari klub untuk mempensiunkan nomor punggung 3 di AC milan, dan Maldini memiliki hak jika ingin menghidupkan kembali nomor punggung 3 tersebut jika ada anaknya bermain untuk AC Milan.

Javier Zanetti [Inter Milan] Nomor Punggung 4

A post shared by Javier Zanetti (@javierzanetti) on

Bek internasional Argentina ini telah bersama dengan Inter selama 19 tahun. Banyak keberhasilan yang telah dialami bersama klub dari San Siro Italia ini dari tahun 1995-2014. Bersama dengan Inter, Zanetti telah memenangi 16 piala dan 15 darinya dia menjadi kapten pasukan.

Kebiasaanya bek mudah mendapatkan kartu dan diperintahkan keluar lapangan oleh wasit. Sepanjang karier Zanetti bersama Inter hanya 2 kali saja dia diperintahkan keluar lapangan oleh wasit. Pertandingan pertama adalah ketika bertemu Parma pada Februari 1999 dan membutuhkan waktu 12 tahun untuk yang kedua pada Desember 2011 ketika Inter bertemu Udinese.

Diego Maradona [Napoli] Nomor Punggung 10

Dia di perkenalkan sebagai pemain Napoli pada 5 July 1984 di Stadio San Paolo di hadapan 75.000 pendukung Napoli. Setelah itu sejarah gemilang selalu menghampiri buat Napoli dan Maradona.

Maradona memimpin Napoli untuk meraih Kejuaran Serie A pada musim 1986/87. Maradona telah menjadi pemain yang dicintai oleh pendukung Napoli, Mural Maradona pernah dilukis di sekitar kota dan ada pendukung yang menamakan bayi mereka seperti nama pemain tersebut.

Napoli terpaksa melepaskan Maradona karena pemain tersebut terlibat dalam masalah konsumsi obat terlarang.

5 Pertandingan Terbaik AC Milan di Liga Champions

Meme Lionel Messi Usai Selebrasi Gol Penentu

Pesepakbola Indonesia Terpopuler di Media Sosial

Klik Untuk Lanjut ke Halaman 2